Sumber informasi tepercaya berisi berita kegiatan, artikel edukasi, dan analisis isu strategis yang relevan dengan perkembangan terkini.
Yogyakarta – Talenta Hub Indonesia berhasil menyelenggarakan Webinar Talenta #1: Implementasi Interprofessional Education (IPE) dalam Sinergi Pendidikan dan Pelayanan untuk Mendukung Peningkatan Akreditasi Rumah Sakit pada Jumat, 6 Februari 2026. Webinar ini diselenggarakan secara daring melalui platform zoom meeting dan telah diikuti oleh direksi dan manajemen rumah sakit, komite medis dan keperawatan, kepala instalasi dan unit kerja, tim mutu dan akreditasi, perwakilan kampus kesehatan, serta dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Kegiatan ini menjadi forum pembelajaran awal bagi manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam memahami peran strategis IPE sebagai bagian dari pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.Latar belakang dari terselenggaranya webinar ini adalah karena adanya tuntutan standar akreditasi rumah sakit baik nasional maupun internasional yang menekankan pada pentingnya sistem pendidikan tenaga kesehatan yang terencana, terdokumentasi, dan terintegrasi dengan pelayanan. Dalam konteks tersebut, Interprofessional Education (IPE) dipandang sebagai pendekatan yang mampu memperkuat kolaborasi lintas profesi serta meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien. Berbeda dengan praktik pendidikan tenaga kesehatan yang masih banyak dilakukan secara terpisah berdasarkan profesi, webinar ini mendorong pemahaman tentang pentingnya sinergi antara pendidikan dan pelayanan. Melalui IPE, rumah sakit diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara proses pembelajaran dan praktik kolaborasi di lapangan, sekaligus mendukung pencapaian indikator mutu dan elemen akreditasi rumah sakit.Adapun, rangkaian acara dimulai dari adanya pembukaan webinar oleh mc, kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan oleh perwakilan Talenta Hub Indonesia, dan dilanjutkan dengan pembacaan materi dari narasumber. Materi utama dalam webinar ini disampaikan oleh narasumber yaitu dr. Widyandana, MHPE, Ph.D., Sp.M(K), yang mengulas tantangan pendidikan tenaga kesehatan dalam mendukung akreditasi rumah sakit, konsep dan prinsip implementasi IPE di lingkungan klinik, serta keterkaitannya dengan regulasi dan standar akreditasi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan rencana program workshop lanjutan yang akan membahas penerapan IPE secara lebih aplikatif dan kontekstual sesuai kebutuhan rumah sakit.Webinar ini berhasil terselenggara dengan cukup baik, dari awal acara hingga akhir acara. Adapun, melalui Webinar ini, Talenta Hub berharap dapat menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman dan komitmen bersama terkait optimalisasi pendidikan tenaga kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Lalu kedepan, pendidikan kesehatan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai investasi strategis dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keberhasilan akreditasi rumah sakit.
Sidoarjo - Pada tahun 2024, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) secara resmi menerapkan Sistem Standar Pengendalian Internal (SPI) yang digunakan sebagai media pembelajaran praktik bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan PT. Syncore Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi di lingkungan kampus, tetapi juga melibatkan mahasiswa akuntansi melalui praktek pembuatan SPI, penyusunan invoice, dan pengelolaan password. Adanya SPI menjadi solusi untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas pengelolaan internal. Selain itu, juga untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami dan mengaplikasikan audit internal. SPI merupakan instrumen pengawasan yang berfungsi memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai prosedur serta terhindar dari penyimpangan. Melalui penerapan sistem ini, UMSIDA berupaya membangun budaya kerja yang disiplin dan berbasis kontrol. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen universitas dalam memenuhi standar tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Sistem SPI yang dikembangkan oleh PT. Syncore Indonesia dilengkapi dengan fitur terintegrasi berbasis web untuk mempermudah pelaksanaan audit internal. Melalui sistem ini, mahasiswa dapat menggunakan sistem ini untuk mengelola dokumen pemeriksaan secara digital, menyesuaikan akses sesuai peran, dan mendapatkan rekomendasi otomatis dari sistem berdasarkan hasil analisis risiko. Dengan ini mekanisme pengawasan dapat dilakukan secara lebih terukur dan efisien. Kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai konsep dan penerapan SPI. Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami alur, prinsip, serta peran SPI dalam meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas lembaga.Kegiatan pembelajaran ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman sivitas akademik mengenai pentingnya sistem pengendalian internal. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan tentang prinsip, manfaat, dan penerapan SPI sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik.Dengan dukungan teknologi dari PT. Syncore Indonesia, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami penerapan SPI secara komprehensif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali pentingnya integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi. Pembelajaran mengenai SPI juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang menuntut akuntabilitas dan tata kelola yang modern.
Surabaya — Universitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan Talenta Hub Indonesia menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pendamping BUM Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM 2022) pada 12–13 Agustus 2022 di Hotel Kampi, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 20 dosen dari Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo dan bertujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai potensi desa, kelayakan usaha, serta tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang efektif, efisien, dan akuntabel.Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran yang dibagi dalam dua sesi utama dengan fokus materi yang berbeda. Pada hari pertama, peserta mendalami Filosofi dan Revitalisasi BUM Desa Pasca Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, Tata Kelola Manajemen BUM Desa, serta Penyusunan Rencana Usaha dan Studi Kelayakan. Materi ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang mengatur pendaftaran badan hukum, tata kelola, dan pertanggungjawaban BUM Desa.Materi disampaikan oleh Bapak Fandi Galang Wicaksana, Ibu Yanni Setiyadiningrat, dan Ibu Adelia Sulistyani dari Talenta Hub Indonesia. Materi yang dibahas meliputi strategi penguatan kelembagaan, penyusunan dokumen dasar seperti Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), hingga pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan usaha desa. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan potensi desa serta merancang model bisnis yang realistis dan berkelanjutan.Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Tata Kelola Keuangan BUM Desa yang disampaikan oleh Ibu R. Ayu Riska Norcamalia. Peserta mempelajari enam siklus utama pengelolaan keuangan, yakni perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan evaluasi. Peserta dilatih menyusun Laporan Realisasi Anggaran (LRA), laporan laba rugi, serta laporan posisi keuangan sesuai format yang ditetapkan dalam regulasi tersebut.Sebagai mitra pelaksana, Talenta Hub Indonesia berperan dalam memberikan pendampingan teknis dan fasilitasi diskusi selama kegiatan berlangsung. Melalui pengalaman luas dalam tata kelola keuangan dan kelembagaan publik, Syncore menghadirkan insight strategis yang memperkuat pemahaman peserta tentang praktik akuntabilitas, efisiensi, dan digitalisasi dalam pengelolaan BUM Desa. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Syncore untuk memperkuat kapasitas akademisi dan mendorong transformasi tata kelola desa menuju kemandirian ekonomi.Kegiatan TOT Pendamping BUM Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM 2022) Universitas Trunojoyo Madura menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan praktik pemberdayaan desa. Melalui pelatihan ini, dosen diharapkan mampu berperan aktif dalam pengembangan BUM Desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat desa.Kolaborasi antara Universitas Trunojoyo dan Talenta Hub Indonesia mencerminkan semangat bersama dalam mewujudkan tata kelola BUM Desa yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa penguatan kapasitas pendamping desa merupakan kunci utama menuju desa mandiri dan berdaya saing.
Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bekerja sama dengan Talenta Hub Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan BLUD pada 14 hingga 18 Oktober 2023. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan lokasi berbeda, melibatkan aparatur pengelola keuangan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, dengan tujuan memperkuat kompetensi aparatur dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan profesional. Tahap pertama pelatihan digelar pada Sabtu, 14 Oktober 2023, di Hotel Rich Yogyakarta dan diikuti oleh 16 peserta dari BPKAD Kota Surakarta. Pada sesi ini, hadir narasumber Siti Nur Maryanti, S.E., CAAT, yang memberikan pendampingan intensif terkait implementasi pola pengelolaan keuangan BLUD. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan anggaran, penatausahaan keuangan, serta integrasi pelaporan keuangan daerah.Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran BPKAD sebagai pembina keuangan bagi seluruh BLUD UPTD di Kota Surakarta. Dalam sesi ini juga dibahas penguatan mekanisme konsolidasi laporan BLUD yang selama ini masih dilakukan secara manual agar dapat beralih menuju sistem yang terintegrasi.Tahap kedua pelatihan dilaksanakan pada 16–18 Oktober 2023 di Hotel Swiss-Belinn Purwosari, Surakarta, dan diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) Kota Surakarta dan berbagai instansi BLUD UPT, yaitu UPT Puskesmas, RSUD Bung Karno, RSUD Fatmawati, UPT Transportasi, dan Solo Technopark. Pada tahap ini, peserta memperoleh pendampingan teknis mengenai implementasi pola keuangan BLUD secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), mekanisme alur keuangan, hingga penyusunan laporan keuangan berbasis BLUD.Sistem digital Syncore e-BLUD turut digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pencatatan, penganggaran, dan pelaporan keuangan, sehingga mempercepat transisi dari sistem manual menuju tata kelola keuangan yang lebih efisien dan transparan. Melalui rangkaian kegiatan ini, terbangun sinergi antara BPKAD dan BLUD UPT dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis kinerja dan digitalisasi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam memastikan seluruh BLUD dapat menyusun laporan keuangan secara mandiri, akurat, dan terintegrasi.Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD secara optimal, dengan pemahaman yang utuh terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi keuangan daerah. Melalui pendampingan ini, Talenta Hub Indonesia berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong penerapan tata kelola keuangan BLUD yang profesional, berorientasi hasil, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Talenta Hub Indonesia terus memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui Pelatihan Leadership dan Entrepreneurship Mahasiswa di Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep). Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 03 hingga 04 Oktober 2023 dan menjadi bentuk komitmen Talenta Hub Indonesia dalam mendukung kampus vokasi mencetak lulusan yang berjiwa pemimpin dan bermental wirausaha. Kegiatan yang diikuti oleh tiga puluh mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Internasional ini dilaksanakan secara offline selama dua hari. Melalui kegiatan tersebut, Talenta Hub Indonesia berfokus membangun kepercayaan diri, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menyusun rencana usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari Competitive Fund Vokasi yang menekankan penguatan soft skill kepemimpinan dan kewirausahaan.Menurut Khatami Angga Kusumah, Konsultan Talenta Hub Indonesia, Pelatihan Leadership ini dirancang secara interaktif agar peserta dapat memahami konsep kepemimpinan secara praktis. “Kami menggunakan metode storytelling dan ice breaking agar mahasiswa lebih aktif dan nyaman belajar. Harapannya, semangat Entrepreneurship Mahasiswa bisa tumbuh lebih kuat,” jelasnya.Dosen Polipangkep, Wiwiek Hidayati, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membawa dampak positif bagi kampus. “Kerja sama dengan Talenta Hub Indonesia membantu kami mengintegrasikan pelatihan berbasis praktik langsung ke dalam kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga mengasah kemampuan memimpin dan berinovasi dalam bisnis,” ujarnya.Selain Pelatihan Leadership, peserta juga dibekali sesi praktik penyusunan Business Model Canvas dan pengelolaan keuangan. Dua mahasiswa dengan usaha aktif ditargetkan untuk memperoleh hak cipta sebagai bentuk apresiasi terhadap ide bisnis mereka. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jejaring kampus dengan dunia industri melalui pendampingan berkelanjutan dari Talenta Hub Indonesia.Meski sempat terkendala, pelatihan tetap berjalan kondusif berkat koordinasi intensif antara pihak kampus dan tim Talenta Hub Indonesia. Dengan pendekatan praktis dan dukungan penuh dari para fasilitator, kegiatan ini sukses menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa vokasi.“Leadership itu universal. Jadi pelatihan seperti ini bisa diterapkan di berbagai bidang, tidak hanya bisnis,” tutur Bapak Rivaldi, Konsultan Talenta Hub Indonesia. Ia berharap, semangat Entrepreneurship Mahasiswa terus dikembangkan agar menjadi budaya di lingkungan pendidikan vokasi. Dengan kolaborasi antara Polipangkep dan Talenta Hub Indonesia, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menjadi penggerak ekonomi di masa depan.
Cilegon - Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD) bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (UPTD TPSA) Bagendung pada 22 Mei 2024. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Indonesia Sustainable Waste Management Project (ISWMP) dengan dukungan Technical Assistance - Improving Performance and Capacity for Implementation (TA-IPCI), bekerja sama dengan Syncore Indonesia yang diwakili oleh Bapak Niza Wibyana Tito selaku Tenaga Ahli Ekonomi dalam TA-IPCI.Berbeda dari sejumlah daerah lain yang masih dalam tahap persiapan menuju BLUD, Kota Cilegon telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Penetapan BLUD. Karena itu, pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan fleksibilitas yang diberikan dalam pengelolaan keuangan BLUD dan dengan langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkan implementasi sistem keuangan tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan dan memperkuat orientasi pelayanan publik di sektor pengelolaan sampah. Peserta pelatihan terdiri dari atas perwakilan lintas perangkat daerah, termasuk pimpinan dan jajaran DLH, pimpinan dan jajaran UPTD TPSA Bagendung, serta unsur lain dari lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Materi yang disampaikan oleh Bapak Niza Wibyana Tito, Tenaga Ahli Ekonomi dari Syncore Indonesia dalam program TA-IPCI, mencakup pemahaman ruang fleksibilitas BLUD, pentingnya penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) sebagai dasar hukum pengelolaan keuangan, serta langkah-langkah teknis dalam penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), penatausahaan, dan pelaporan keuangan. Selain itu, peserta juga mempelajari studi kasus penerapan BLUD di sektor persampahan dari daerah lain sebagai referensi praktik baik.Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Pendekatan berbasis kasus (case-based learning) digunakan agar peserta dapat memahami penerapan fleksibilitas BLUD dalam konteks nyata tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.Menurut Putri, selaku tim dari Syncore Indonesia, tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah perbedaan pemahaman antar-stakeholder dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) terhadap sistem keuangan baru. Untuk menjawab hal itu, Bapak Niza Tito memberikan penjelasan mendalam mengenai dasar hukum dan prinsip akuntabilitas BLUD, sekaligus memandu peserta menyusun peta langkah implementasi yang sesuai dengan kondisi kelembagaan di Cilegon. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UPTD TPSA Bagendung dapat semakin siap mengelola keuangannya secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik di bidang pengelolaan sampah.
Talenta Upskiling – Di era digital saat ini, pengalaman pengguna (user experience) menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan sebuah produk digital. Suatu produk digital belum dapat dikatakan berhasil apabila pengguna masih merasakan ketidaknyamanan dalam penggunaannya. Di sinilah peran UX Designer menjadi sangat penting. UX Designer merupakan sebuah profesi yang tidak hanya berfokus dalam proses proses desain tampilan visual sebuah produk digital, namun juga berfokus terhadap bagaimana kemudahan pengguna berinteraksi, memahami, dan merasakan sebuah produk digital. Saat ini, profesi ini banyak dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari: Teknologi, Startup, E-Commerce, Perbankan, hingga Layanan Publik. Penasaran nggak sih, apa itu profesi UX Designer? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi UX Designer, berikut ini:Pengertian Profesi UX DesignerUX Designer (User Experience Designer) merupakan sebuah profesi yang berfokus dalam melakukan perancangan terhadap pengalaman pengguna agar sebuah produk digital mudah digunakan, efektif, serta mampu memberikan kepuasan bagi penggunanya. Seorang UX Designer memiliki tugas dalam menggabungkan riset pengguna, pemikiran desain, dan pemahaman bisnis untuk menciptakan solusi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Tujuan utama profesi UX Designer adalah memastikan interaksi antara pengguna dan produk berjalan optimal serta memberikan pengalaman yang positif dan bermakna.Peran dan Tanggung Jawab UX DesignerSeorang UX Designer bertanggung jawab dalam melakukan riset pengguna untuk memahami kebutuhan, perilaku, dan permasalahan pengguna. Selain itu, UX Designer juga merancang user flow, wireframe, dan prototype sebagai gambaran awal produk digital. Tanggung jawab lain dari seorang UX Designer, meliputi: Melakukan pengujian kegunaan (usability testing), analisis feedback pengguna, serta kolaborasi dengan UI Designer, developer, dan stakeholder untuk menyempurnakan produk. Lalu, seorang UX Designer juga berperan penting dalam memastikan desain yang dibuat selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pengguna.Ragam Spesialisasi dalam Profesi UX DesignerDalam praktiknya, UX Designer memiliki beberapa jalur spesialisasi sesuai fokus pekerjaannya. Beberapa di antaranya adalah UX Researcher, Interaction Designer, Information Architect, Product Designer, dan Service Designer. Pengalaman sebagai seorang UX Designer juga sering menjadi fondasi untuk berkembang ke peran strategis lain, seperti Lead UX Designer, UX Manager, atau Head of Product Design.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi UX Designer yang profesional, seseorang perlu menguasai beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Adapun, keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang UX Designer, meliputi: User Research, Wireframing dan Prototyping, Usability Testing, Design Thinking, serta Penguasaan terhadap Tools Desain seperti Figma, Adobe XD, ataupun Sketch. Sementara itu, keterampilan non teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang UX Designer, meliputi: Empati, Critical Thinking, Komunikasi, Kolaborasi Tim, serta Kemampuan Memahami Perspektif Pengguna dan Bisnis.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi UX Designer, untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang UX Designer yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk UX Designer, yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Talenta Upskiling – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat belakangan ini telah membuat penggunaan smartphone semakin mendominasi berbagai aktivitas manusia, mulai dari: Komunikasi, Transaksi Keuangan, Pendidikan, hingga Hiburan. Kondisi ini mendorong terjadinya peningkatan akan kebutuhan aplikasi mobile yang fungsional, aman, dan mudah digunakan. Di balik berjalannya aplikasi-aplikasi tersebut, terdapat peran penting seorang Mobile App Developer. Profesi Mobile App Developer tidak hanya berfokus pada penulisan kode, namun juga pada penerjemahan kebutuhan pengguna dan bisnis ke dalam solusi aplikasi yang efektif. Profesi ini banyak dibutuhkan dalam berbagai sektor, seperti: Teknologi, Startup, Perbankan, Kesehatan, hingga E-Commerce. Penasaran nggak sih, apa itu profesi Mobile App Developer? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi Mobile App Developer, berikut ini:Pengertian Profesi Mobile App DeveloperMobile App Developer merupakan sebuah profesi yang bertanggung jawab dalam merancang, mengembangkan, menguji, dan memelihara aplikasi berbasis mobile untuk berbagai platform, seperti Android dan iOS. Seorang Mobile App Developer mengkombinasikan kemampuan pemrograman, pemahaman sistem operasi mobile, serta prinsip UI/UX untuk menghasilkan aplikasi yang optimal. Tujuan utama profesi Mobile App Developer adalah untuk menciptakan aplikasi yang stabil, responsif, serta mampu memberikan pengalaman pengguna yang baik sesuai kebutuhan bisnis maupun pengguna.Peran dan Tanggung Jawab Mobile App DeveloperSeorang Mobile App Developer memiliki peran penting dalam seluruh siklus pengembangan aplikasi mobile. Tanggung jawabnya meliputi pengembangan fitur aplikasi, integrasi dengan API dan database, pengujian performa dan keamanan aplikasi, serta pemeliharaan dan pembaruan sistem secara berkala. Selain itu, Mobile App Developer juga berperan dalam mengoptimalkan tampilan dan pengalaman pengguna, serta memastikan aplikasi dapat berjalan dengan baik di berbagai perangkat dan versi sistem operasi.Ragam Spesialisasi dalam Profesi Mobile App DeveloperDalam dunia pengembangan aplikasi mobile, terdapat beberapa spesialisasi sesuai fokus dan platform yang digunakan. Beberapa di antaranya adalah Android Developer, iOS Developer, Cross-Platform Developer, Mobile UI/UX Specialist, dan Mobile Game Developer. Pengalaman sebagai seorang Mobile App Developer juga dapat menjadi fondasi untuk berkembang ke jenjang karier yang lebih strategis, seperti Mobile Architect, Lead Mobile Developer, atau Product Engineer.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi seorang Mobile App Developer yang profesional, seseorang perlu menguasai beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang Mobile App Developer, meliputi: Penguasaan terhadap bahasa pemrograman seperti Java, Kotlin, Swift, atau Dart, Pemahaman terkait Framework Mobile, integrasi API, serta pengujian aplikasi. Sementara itu, keterampilan non teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang Mobile App Developer, meliputi: Problem Solving, Logika Berpikir, Komunikasi, Kemampuan Bekerja dalam Tim, serta Pemahaman terhadap Kebutuhan Pengguna dan Bisnis.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi Mobile App Developer, untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang Mobile App Developer, yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Mobile App Developer, yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Talenta Upskiling – Di era transformasi digital, data menjadi salah satu aset paling berharga bagi sebuah perusahaan. Hampir setiap aktivitas bisnis menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing. Namun, data mentah tidak akan memberikan nilai tanpa proses analisis dan pemodelan yang tepat. Di sinilah peran Data Scientist menjadi sangat krusial. Profesi Data Scientist tidak hanya berfokus pada pengolahan data, tetapi juga pada pengembangan model prediktif dan pengambilan keputusan strategis berbasis data. Profesi ini banyak dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari: Teknologi, Keuangan, Kesehatan, hingga E-Commerce. Penasaran nggak sih, apa itu profesi Data Scientist? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi Data Scientist, berikut ini:Pengertian Profesi Data ScientistData Scientist merupakan profesi yang berfokus pada pengolahan, analisis, dan interpretasi data dalam skala besar untuk menghasilkan insight dan solusi berbasis data. Seorang Data Scientist mengkombinasikan ilmu statistik, pemrograman, dan pemahaman bisnis untuk membangun model analisis maupun prediksi. Tujuan utama dari profesi Data Scientist adalah untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih akurat, efisien, dan strategis berdasarkan data.Peran dan Tanggung Jawab Data ScientistSeorang Data Scientist bertanggung jawab dalam mengumpulkan, membersihkan, dan mengolah data dari berbagai sumber. Selain itu, Data Scientist juga mengembangkan model statistik dan machine learning untuk memprediksi tren, perilaku pengguna, atau risiko bisnis. Tanggung jawab lainnya dari seorang data scientist, meliputi: Melakukan eksplorasi data, Melakukan visualisasi hasil analisis, serta Menyampaikan insight kepada stakeholder secara jelas dan mudah dipahami. Ragam Spesialisasi dalam Profesi Data ScientistDalam praktiknya, Data Scientist memiliki beberapa jalur spesialisasi sesuai fokus pekerjaannya. Beberapa di antaranya adalah Machine Learning Scientist, Data Science Researcher, Applied Data Scientist, NLP Specialist, dan Computer Vision Specialist. Pengalaman sebagai seorang Data Scientist juga sering menjadi fondasi untuk berkembang ke peran strategis lain, seperti AI Engineer, Lead Data Scientist, atau Chief Data Officer.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi seorang Data Scientist yang profesional, seseorang perlu menguasai beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang data scientist, meliputi: Pemrograman (Python, R, SQL), Statistik dan Probabilitas, Machine Learning, Data Visualization, serta Pemahaman terhadap Big Data Tools. Sementara itu, keterampilan non teknis, yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang data scientist, meliputi: critical thinking, problem solving, komunikasi, rasa ingin tahu yang tinggi, serta pemahaman konteks bisnis.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi Data Scientist, untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang Data Scientist,, yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Data Scientist,yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Talenta Upskiling – Di era digital saat ini, data menjadi salah satu aset paling berharga bagi suatu perusahaan. Hampir setiap aktivitas bisnis menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan. Namun, data tidak akan bernilai tanpa diolah dan dianalisis dengan tepat. Di sinilah peran Data Analyst menjadi sangat penting. Profesi ini berperan dalam mengolah data mentah menjadi informasi yang bermakna untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Data Analyst banyak dibutuhkan di berbagai sektor industri, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, hingga pemasaran. Penasaran nggak sih, apa itu profesi Data Analyst? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi Data Analyst, berikut ini:Pengertian Profesi Data AnalystData Analyst merupakan sebuah profesi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisis, serta menyajikan data agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Seorang Data Analyst bekerja dengan berbagai sumber data untuk menemukan pola, tren, serta insight yang relevan bagi kebutuhan bisnis. Tujuan utama profesi Data Analyst adalah membantu suatu perusahaan memahami kondisi bisnis secara objektif dan berbasis data.Peran dan Tanggung Jawab Data AnalystSeorang Data Analyst memiliki peran penting dalam mengelola data perusahaan. Tanggung jawabnya meliputi pengumpulan dan pembersihan data (data cleaning), analisis data menggunakan metode statistik atau tools analitik, serta visualisasi data dalam bentuk laporan atau dashboard. Selain itu, Data Analyst juga bertugas menginterpretasikan hasil analisis, memberikan rekomendasi berbasis data, serta berkolaborasi dengan berbagai divisi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan akurat.Ragam Spesialisasi dalam Profesi Data AnalystDalam perkembangannya, profesi Data Analyst memiliki beberapa area spesialisasi. Beberapa di antaranya adalah Business Data Analyst, Marketing Data Analyst, Financial Data Analyst, Product Data Analyst, dan Operations Data Analyst. Pengalaman sebagai Data Analyst juga sering menjadi fondasi untuk berkembang ke peran lanjutan seperti Data Scientist, Data Engineer, atau Business Intelligence Analyst.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi seorang Data Analyst yang profesional, seseorang perlu menguasai beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang data analyst, meliputi: Penguasaan Pengolahan Data, Statistik Dasar, Penggunaan Tools Analisis, seperti: Spreadsheet, SQL, Python atau R, serta data visualization tools. Sementara itu, keterampilan non teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang data analyst, meliputi : Kemampuan berpikir analitis, problem solving, komunikasi yang baik, serta ketelitian sangat penting agar hasil analisis dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh pihak manajemen.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi Data Analyst, untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang Data Analyst, yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Data Analyst yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Talenta Upskilling – Perkembangan teknologi digital yang pesat belakangan ini telah menjadikan website sebagai salah satu elemen penting dalam dunia bisnis dan informasi. Hampir setiap perusahaan, organisasi, hingga personal brand membutuhkan website sebagai sarana komunikasi, pemasaran, dan layanan digital. Di balik tampilan dan fungsi website yang optimal, terdapat peran seorang Web Developer yang bekerja dengan keahlian teknis, logika pemrograman, dan ketelitian tinggi. Profesi web developer tidak hanya sekadar membuat website, tetapi juga memastikan performa, keamanan, dan pengalaman pengguna berjalan dengan baik. Profesi ini banyak dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari : startup, perusahaan teknologi, e-commerce, hingga instansi pemerintahan. Penasaran nggak sih, apa itu profesi graphic designer? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi Graphic Designer, berikut ini:Pengertian Profesi Web DeveloperWeb developer merupakan sebuah profesi yang bertanggung jawab dalam merancang, membangun, mengembangkan, dan memelihara website atau aplikasi berbasis web. Seorang web developer bekerja dengan menggunakan bahasa pemrograman, framework, dan teknologi tertentu untuk menciptakan website yang fungsional, responsif, dan aman. Tujuan utama profesi web developer adalah menghadirkan website yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus mendukung tujuan bisnis atau organisasi.Peran dan Tanggung Jawab Web DeveloperSeorang web developer memiliki peran penting dalam proses pengembangan website dari sisi teknis. Tanggung jawab seorang website developer, meliputi: pembuatan struktur website, pengembangan fitur dan fungsi dari sebuah website, melakukan pengelolaan database website, serta memastikan website dapat diakses dengan baik di berbagai perangkat. Selain hal tersebut, seorang web developer juga bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sistem, perbaikan bug, optimasi performa, serta penerapan standar keamanan website agar terhindar dari risiko gangguan digital.Ragam Spesialisasi dalam Profesi Web DeveloperDalam dunia teknologi informasi, web developer memiliki beberapa spesialisasi sesuai fokus keahliannya. Beberapa di antaranya adalah Front-End Developer yang berfokus pada tampilan dan interaksi pengguna, Back-End Developer yang menangani sistem server dan database, serta Full Stack Developer yang menguasai keduanya. Selain itu, terdapat pula spesialisasi berdasarkan teknologi tertentu seperti web developer berbasis CMS, framework JavaScript, atau pengembangan aplikasi web skala besar. Pengalaman sebagai web developer menjadi fondasi penting untuk berkembang ke jenjang karier yang lebih tinggi di bidang teknologi digital.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi web developer yang profesional, seseorang perlu menguasai beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang web developer, meliputi: penguasaan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, JavaScript, serta pemahaman framework dan database. Sementara itu, keterampilan non teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang web developer, meliputi : Kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, manajemen waktu, komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar sangat dibutuhkan dalam menjalankan profesi ini di tengah perkembangan teknologi yang cepat.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi Website Developer, untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang Website Developer, yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Website Developer, yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Talenta Upskiling – Industri kreatif merupakan salah satu sektor yang terus berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Di balik tampilan visual yang menarik pada logo, media sosial, website, hingga materi promosi terdapat peran seorang graphic designer yang bekerja dengan kreativitas, ketelitian, dan pemahaman visual yang kuat. Profesi graphic designer tidak hanya berkaitan dengan keindahan desain, namun juga berkaitan dengan bagaimana pesan dapat tersampaikan secara tepat dan efektif kepada audiens. Profesi ini banyak dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari: Perusahaan, Agensi Kreatif, Startup, hingga Industri Digital. Penasaran nggak sih, apa itu profesi graphic designer? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi Graphic Designer, berikut ini:.Pengertian Profesi Graphic DesignerGraphic designer merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam merancang dan menyampaikan pesan melalui elemen visual seperti warna, tipografi, ilustrasi, dan tata letak. Seorang graphic designer tidak hanya dituntut agar mampu membuat desain yang menarik, namun juga harus mampu memahami konsep komunikasi visual, identitas brand, serta kebutuhan target audiens. Tujuan utama profesi graphic designer adalah menciptakan visual yang informatif, komunikatif, dan mampu memperkuat citra atau pesan yang ingin disampaikan.Peran dan Tanggung Jawab Graphic DesignerSeorang graphic designer memiliki peran penting dalam menciptakan berbagai materi visual sesuai dengan kebutuhan dan standar yang ditetapkan. Tanggung jawab seorang graphic designer, meliputi : Melakukan Perancangan Logo dan Identitas Visual, Pembuatan Desain Promosi, Pengolahan Konten Visual Digital, hingga Penyusunan Layout untuk Media Cetak maupun Digital. Selain melakukan beberapa hal tersebut, graphic designer juga bertanggung jawab untuk memastikan konsistensi desain, kesesuaian dengan brand guideline, serta bekerja sama dengan tim marketing, content creator, dan klien.Ragam Spesialisasi dalam Profesi Graphic DesignerDalam dunia desain, graphic designer memiliki berbagai spesialisasi sesuai bidang dan keahliannya. Beberapa di antaranya adalah Visual Designer, Branding Designer, UI/UX Designer, Motion Graphic Designer, hingga Illustrator. Selain itu, terdapat pula spesialisasi berdasarkan media, seperti desain cetak, desain digital, desain media sosial, dan desain website. Pengalaman sebagai graphic designer menjadi fondasi penting untuk berkembang ke jenjang karier yang lebih tinggi di industri kreatif.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi seorang graphic designer, seseorang perlu untuk menguasai beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang graphic designer, meliputi: Penguasaan Software Desain seperti Adobe Photoshop, Illustrator, InDesign, atau Figma, serta pemahaman warna, tipografi, dan komposisi visual. Sementara itu, keterampilan non teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang graphic designer, mencakup: kreativitas, ketelitian, komunikasi, manajemen waktu, serta kemampuan menerima dan mengelola feedback sangat dibutuhkan dalam menjalankan profesi ini.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi Graphic Designer, untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang Graphic Designer yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Graphic Designer yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Copyright, Talenta Hub Indonesia